Perilaku Hasad, Iri, Dengki
Selalu
ada celah untuk manusia yang tidak menyukai kita. Padahal, kita tidak pernah
menyentuh ranah pribadinya. Lalu kita berkaca, apa yang menjadikan ia begitu
tidak menyukai kita. Kutemukan jawaban satu dan itu masuk akal. Ia kurang bahagia.
Temen-temen, manusia mengalami jungkir-balik kehidupan. Manusia kadang merasa
tidak sanggup, namun ia harus tetap menjalaninya. Inilah yang membuat manusia
mungkin sedikit atau banyak tidak bahagia.
Berkaca
pada diri kita, meskipun cobaan seperti ombak yang terus menerjang, roll
coaster yang membuat tak karuan, Tuhan kasih kita bahagia yang cukup. Lalu manusia
bolehkah mengeluh? Aku yakin pada jawabanku, boleh kepada Tuhan. Tuhan bilang
dia mendengarkan segala keluh kesah. Tapi ingat, proporsi mengeluh dan
bersykurnya ibarat membuat kue lebaran harus sesuai takaran. Kita bahagia. Coba
sih ayo lihat sekelilingmu! Apakah kamu memiliki support system? Apakah kamu
benar-benar capek? Misalnya setelah aktivitas kamu langsung tergeletak tak
berdaya? Apakah ada yang mendengar keluhanmu? Apakah semua tanggungan berat di
tanganmu? Kamu harus bersyukur banyak jika semua ini tadi ada.
Kita
sering begitu kesal terhadap mereka juga, ibaratnya kita nggak pernah senggol,
kenapa mereka senggol dan ngerecok. Tapi teman-teman, ingatlah kita ini selangkah
lebih bahagia di banding mereka. Mungkin mereka capek, mungkin mereka tidak
punya tempat berkeluh-kesah, tidak punya support system, kehidupan mereka berat,
sehingga rasa tak bahagia itu muncul dan ia menjadi menyebalkan untuk orang
lain. Dan kita harus sadar begitu, bahwa hidup dengan membenci orang lain hanya
memperpayah diri sendiri. Ada yang lebih pedih lagi, ketika ia sudah menerima
banyak rezeki masih saja hasad dan dengki terhadap orang lain. Ini sedikit
pengen nabok ya? Kalau dipikir kurang apa? Takdir-takdir indah lebih dulu dia
daripada kita, tapi kita masih aja kena imbas. Ini sih rasa bersyukur yang
kurang. Ibaratnya, Tuhan tuh udah kasih kamu nikmat yang aku aja ini belum
dikasih, tapi kamu masih iri dengan aku? Jangan begitu ya. Bisa loh Allah itu tarik
rezeki tersebut. Rezeki-rezeki tersebut seketika berubah menjadi hal yang
sangat tidak disangka-sangka. Yang awalnya itu baik menjadi tidak baik dan
hanya menjadi beban lagi. Sudahlah tak ada emang gunanya hasad dengki itu.
![]() |
Jangan
memandang pencapaian orang sebagai cerminan, itu yang membuat hasad itu muncul.
Syukuri dulu yang sudah kamu capai, kamu punya. Bukankah Allah tuh udah bilang
ya, “Jika kamu bersyukur, maka aku akan memberi lebih lagi”. Percaya deh, hasad
iri itu malah adanya apes melulu.



Komentar
Posting Komentar